DESA MANGGIHAN KEC. GETASAN KAB. SEMARANG

: Jalan Nakulo No. 28 Manggihan Kodepos 50774 | : - | : pemdesmanggihan@gmail.com

Visi

Visi dalam hal ini adalah visi pemerintahan desa, yaitu visi Kepala   Desa. Visi pemeritahan desa pada dasarnya merupakan gambaran masa depan yang akan diwujudkan oleh pemerintah desa dalam periode 2017-2022. Fungsi visi pemerintah desa, terutama sebagai arah bagi perjalanan pemerintah desa dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Visi bukan mimpi dan bukan slogan tetapi visi harus diwujudkan dan dapat diarahkan ketercapaiannya.

Berdasarkan masalah potensi dan harapan masa depan maka pemerintah Desa Manggihan dalam periode 2017-2022 menetapkan visi sebagai berikut :

“Terwujudnya Desa Manggihan yang  Nyaman, Maju, Demokratif dan Sejahtera berlandaskan Nilai-Nilai Budaya”

Dari visi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Manggihan yang nyaman : Merupakan kondisi yang jauh dari konflik. Perbedaan yang ada di Desa Manggihan tentunya menjadi keberanekaragaman bukan menjadi alasan perpecahan dalam konflik sosial.
  2. Manggihan yang maju : Merupakan suatu kondisi terciptanya peningkatan sumber daya manusia yang selalu mengikuti perkembangan, kretaif dan inovatif
  3. Manggihan yang demokratif : Demokrasi yang memiliki makna “dari rakyat untuk rakyat”, perlu diterjemahkan dalam pembangunan Desa Manggihan dengan selalu melibatkan seluruh komponen masyarakat.
  4. Manggihan yang berbudaya : Merupakan suatu kondisi peningkatan dalam memaknai dan menghayati nilai kearifan lokal sebagai orientasi pergaulan dalam berinteraksi di tengah masyarakat. Pranata sosial adiluhung yang tidak tertulis dan tidak diperoleh di bangku sekolah secara formal perlu dikenalkan secara intensif sebagai sarana menciptakan tatanan masyarakat yang lebih baik.
  5. Manggihan yang sejahtera : Masyarakat terpenuhi hak dasarnya, pangan, sandang,  papan, kesehatan dan pendidikannya

Misi

Misi sendiri perlu dimaknai sebagai rumusan umum upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Dalam menentukan misi dibutuhkan rancangan yang realistis, mudah dipahami dan juga dilaksanakan oleh seluruh komponen masyarakat. Dalam upaya mewujudkan visi dapat dirumuskan misi sebagai berikut :

  1. Menciptakan perangkat desa yang profesional agar terbangun pemerintahan efektif dan terpercaya
  2. Menciptakan Sinergisitas dengan BPD dan Lembaga yang ada
  3. Meningkatkan Pelayanan Publik
  4. Menjadikan masyarakat sebagai proses pengambilan kebijakan pemerintahan dan program pembangunan Desa.
  5. Mewujudkan Desa yang  maju secara sosial dan ekonomi melalui potensi sumber daya Desa.
  6. Mewujudkan Desa yang menjunjung nilai kearifan lokal sebagai pranata interaksi sosial
  7. Menciptakan Kondisi Teritib, Aman, Demokratis Berlandaskan Keselerasan Dan Berdasarkan Undang-Undang Yang Berlaku.
  8. Membangunan sarana prasarana ( infrasturktur ) guna percepatan arus ekonomi dan mobilitas masyarakat
  9. Menciptakan Generasi Muda yang Kreatif dan Inovatif
  10. Menjalin Kerja sama antar desa atau pihak ketiga.

Rumusan misi di atas dapat dijelaskan melalui strategi sebagai berikut:

Misi 1 :  Menciptakan perangkat desa yang profesional agar terbangun pemerintahan efektif dan terpercaya

Dengan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia maka Program - Program kerja dan rencana-rencana Pembangunan dalam segala bidang dapat tersusun dengan lebih baik dan pelaksanaannya dapat tepat sasaran, tepat guna dan dapat bermanfaat secara maksimal, Strategi yang dilaksanakan :

  1. Mengoptimalkan kinerja Perangkat Desa sesuai tugas pokok dan fungsinya
  2. Meningkatkan SDM Perangkat Desa  dengan mengadakan dan mengikuti pendidikan dan Pelatihan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)
  3. Pengisian Kekosongan Perangkat Desa
  4. Transparasi pengelolaan keuangan, dimana masyarakat harus mengetahui sumber-sumber keuangan yang didapat dengan pengalokasianya.
  5. Meningkatkan Tertib Administrasi pemerintah sehingga dapat menyajikan laporan dan data yang akurat sebagai bahan penentu kebijaksanaan pemerintah desa.

Misi 2 : Menciptakan Sinergisitas dengan BPD dan Lembaga yang ada

Pemerintahan  desa yang kuat adalah bentuk pemerintahan desa dengan tata pemerintahan yang demokratis yang dikontrol oleh institusi lokal seperti BPD serta elemen masyarakat setempat.  Strategi yang dilaksanakan

  1. Mengoptimalkan BPD dalam setiap kegiatan berdarkan tugas dan fungsinya
  2. Pembinaan RT, Rw, Linmas, Karang Taruna dan lembaga yang ada
  3. Berupaya mengajak masyarakat untuk ikut aktif dalam organisasi-organisasi yang ada di desa  seperti : Kelompok Tani, Pendidikan Anak Usia Dini, Kelompok Pengajian,  Organisasi Seni dan Budaya, PKK, Karang Taruna serta kelompok lainnya, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat berkomunikasi, bersosialisai dan berinteraksi lebih baik, tumbuh ide-ide ataupun program-program masyarakat yang bersifat membangun, terjalin kebersamaan yang kuat ketika ada kesulitan dan permasalahan akan dapat diatasi bersamam-sama.
  4. Penyediaan/pembangunan Ruang Lembaga Desa seperti Ruang BPD, LKMD, PKK, Karang Taruna dan Linmas

Misi 3 : Meningkatkan Pelayanan Publik

Peningkatan ketersediaan informasi publik kepada Masyarakat  sehingga dapat dengan mudah memperoleh pelayanan sesuai dengan kebutuhan, tidak membeda-bedakan status dalam masyarakat, sepanjang pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat tidak bertentangan dengan  norma-norna dalam masyarakat dan hukum yang berlaku. Strategi yang dilaksanakan :

  1. Membentuk sikap dan mental yang baik dari setiap aparatur pemerintah yang langsung berhadapan dengan masyarakat dalam pemberian layanan. Dengan maklumat pelayanan
  2. Membuat standar pelayanan minimal yang mengatur jenis dan mutu, Persyaratan, biaya dan jangka waktu penyelesaian yang berhak diperoleh setiap masyarakat.
  3. Menyediakan fasilitas yang menunjang kualitas pelayanan publik, desain ruangan dan Penyiapan peralatan dan perlengkapan kerja (Komputer, mebelair, piranti elektronik pendukung, kotak pengaduan, dsb)

Misi 4 : Menjadikan masyarakat sebagai proses pengambilan kebijakan pemerintahan dan program pembangunan Desa.

Komponen pemerintahan Desa Manggihan yang terkuat tidak lain adalah masyarakat itu sendiri. Dalam mewujudkan program maka pemerintah desa berangkat dari kebutuhan masyarakat. Strategi yang bisa dilakukan adalah:

  1. Mengefektifkan musyawarah dalam masyarakat, mulai tingkat RT, RW, Dusun, hingga tingkat Desa.
  2. Mengefektifkan kembali mekanisme Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) disemua tingkatan untuk sebesar-besarnya mengakomodasi kebutuhan, keinginan dan prakarsa masyarakat.
  3. Menjalin kemitraan dengan semua lembaga desa seperti BPD, LKMD dan lembaga lainnya

Misi 5 : Mewujudkan Desa yang  maju secara sosial dan ekonomi melalui potensi sumber daya Desa.

Masalah mendasar yang sering dihadapi dalam pembangunan desa adalah besarnya tingkat pengangguran yang berdampak pada kesejahteraan sosial masyarakat. Melalui sumber daya Desa yang dimilki diharapkan dapat mengatasi permasalahan mendasar tersebut. Strategi yang bisa dilakukan adalah :

  1. Meningkatkan UKM yang ada di Desa Manggihan
  2. Meningkatkan kewirausahaan masyarakat melalui usaha industri rumahan kelompok - kelompok usaha berbasis pertanian, perkebunan dan peternakan.
  3. Mengadakan pelatihan  ketrampilan usaha  dengan memanfaatkan tenaga penyuluhan lapangan dan intansi pemerintah maupun swasta dibidangnya masing-masing guna memberi penyuluhan dan ketrampilan masyarakat
  4. Menumbuhkembangkan pendidikan dan kesehatan barbasis pemberdayaan masyarakat.
  5. Memberi motifasi dan bantuan berdirinya lembaga desa yang berfungsi penanganan kesehatan dasar seperti PKD, Posyandu Lansia dan Balita serta mengadakan  penyuluhan tentang hidup sehat, dalam upaya peningkatan derajat kesehatan.

Misi 6 : Mewujudkan Desa yang menjunjung nilai kearifan lokal sebagai pranata interaksi sosial

Sebagai mayarakat Jawa kita perlu bersyukur karena memiliki aturan yang tidak tertulis dalam menjaga relasi dalam bermasyarakat. Aturan tak tertulis tersebut dalam bentuk nilai kearifan lokal mencakup etika, kesopanan, cara menghormati orang lain dan juga menghargai budaya leluhur kita. Semua itu tentu mengarah pada kehidupan yang lebih baik. Strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan nilai kearifan lokal yang belum tentu didapat di bangku sekolah  tersebut adalah:

  1. Melaksanakan rangkaian kegiatan Bersih Desa atau Sedekah Bumi setahun sekali yang esensinya sebagai kegiatan nguri-uri budaya dan juga sarana syukur warga Desa Manggihan.
  2. Merevitalisasi kelompok-kelompok kesenian yang ada di Desa Manggihan (Kuda Lumping, Tari Prajuritan, dan seni lainnya)

Misi 7 : Menciptakan Kondisi Tertib, Aman, Demokratis Berlandaskan Keselerasan Dan Berdasarkan Undang-Undang Yang Berlaku.

Desa Manggihan sebagai masyarakat yang heterogen tentu perbedaan itu selalu ada. Perbedaan dalam pandangan politik dan agama tentunya diharapkan tidak menjadi bentuk perpecahan namun keanekaragaman yang mendamaikan.

Perlu adanya sarana untuk meneguhkan keyakinan keagamaan maupun pandangan politik masing-masing tanpa menaruh rasa benci pada keyakinan atau pandangan lainnya. Maka strategi yang perlu dilakukan :

  1. Pemerintahan desa ikut menjamin kebebasan beragama dan berpolitik
  2. Pertemuan rutin ulama dan umaro’ se wilayah desa Manggihan
  3. Mengefektifkan kelompok-kelompok pengajian, Yasinan, kegiatan keagamaan lainnya
  4. Pembangunan  Sarana Keamanan antara lain Pengadaan POSKAMLING di setiap dusun.

Misi 8 : Membangunan sarana prasarana  infrasturktur guna percepatan arus ekonomi dan mobilitas masyarakat

Pembangunan infrastruktur merupakan aspek penting dan vital untuk mempercepat proses pembangunan serta sebagai salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi seperti sarana transportasi, komonikasi dan sanitasi.

Strategi yang digunakan :

  1. Memelihara kelestarian gotong royong masyarakat sebagai modal dasar swadaya masyarakat dengan memberi motifasi dalam upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya swadaya dan mempelajari potensi yang dimiliki dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat
  2. Pembangunan, perbaikan, dan pemeliharaan infrastruktur dalam Desa berdasarkan skala prioritas kebutuhan masyarakat, Seperti ; Jalan Poros Desa, Jalan Usaha Tani, Jembatan, Sanitasi, Talud

Misi 9 : Menciptakan Generasi Muda yang Kreatif dan Inovatif

Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan dalam kehidupan budaya kita, khususnya bagi generasi muda penerus bangsa. Oleh sebab itu, perkembangan teknologi informasi ini untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin dan tetap diawasi penggunaannya, sehingga para generasi muda tidak terjerumus pada kekejaman teknologi informasi yang pada akhirnya merusak budaya generasi muda Indonesia.

Gaul tapi berakhlak. Srategi yang digunakan :

  1. Mengorganisir kaum muda dan meningkatkan perannya sebagai kader pembangunan dan kader pemimpin masa depan melalui wadah Karang Taruna Desa.
  2. Mengaktifkan kembali dan melengkapi kepengurusuan Karang Taruna Desa yang sudah ada sehingga dapat teprogram kegiatannya.

Seksi Olahraga : Kegiatan Bola volley masing-masing dusun sudah berjalan, bisa terbentuk Tim Desa yang solid serta menginventarisir sarana prasarana olah raga yang belum memadai (Gowongan Lapangan volley di plester)

Seksi Humas : Menggerakkan partisipasi remaja dalam kegiatan Merti Desa dan peringatan HUT RI agar dusun lebih bersih dan semarak.

  1. Memberdayakan Karang Taruna untuk berjiwa wirausaha (Peluang kerja sama seperti adanya UKM Sengon Gula Kacang/Batako, Manggiharjo Gelek) 

Misi 10 : Menjalin Kerja sama antar desa atau pihak ketiga.

Menjalin kerja sama antar desa atau pihak ke tiga  dengan tetap mempertimbangkan kerja sama yang saling menguntungkan guna  memberi andil terhadap peningkatan pembangunan di semua sektor. Strategi yang digunakan salah satunya penegasan batas wilayah dan koordinasi pembangunan daerah perbatasan. Sebagaimana Contoh Jalan Poros Desa Antara Dusun Pendem dan dusun Krasak Polobogo, Dusun Manggiharjo dengan Dusun Ngroto Sumogawe, Dusun Gowongan dengan Dusun Banyudono Gedong.

ALBUM